Pena BPD

Salam JABAR, Kerja Bareng di bulan Febuari 2018. Selamat Membagi kasih untuk semua Pelayan Injil GSJA di Jawa Barat. Kiranya kita semakin lebih baik lagi menjalankan kepercayaan yang Tuhan beri. Pelayanan kita semakin memuliakan Tuhan, dan memberi dampak kepada dunia ini. Kita akan belajar dari sosok Samuel yang memiliki integritas dalam pelayanannya. Di hadapan bangsa Israel, ia berdiri dan menyampaikan sebuah pernyataan tanpa rasa takut apalagi malu, “Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan dihadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu (1 Samuel 12:3).

Samuel bukan hanya bisa melayani di sana sini, namun tidak memiliki integritas yang baik. Samuel bukan hanya bisa menyampaikan khotbah dengan baik, namun tidak menghidupi kebenaran yang disampaikannya. Samuel bukan hanya memiliki nama besar, namun tidak punya jiwa yang benar. Samuel tidaklah demikian. Samuel adalah seorang hamba Tuhan yang dipakai dalam pelayanan secara luar biasa, tetapi juga ia seorang yang memiliki integritas yang luar biasa. Samuel tidak melayani untuk mencari keuntungan dirinya sendiri. Ia tidak memperkaya atau mencari popularitas. Samuel memiliki motivasi yang benar saat melayani Tuhan. Ia tidak pernah mengambil sesuatu yang bukan haknya apalagi merampas milik Tuhan “persepuluhan”. Ia tidak pernah memeras dengan cara menakut-nakuti umat dengan firman Tuhan. Ia tidak menerima sogok untuk melakukan pelayanan seperti memberkati pernikahan padahal tahu bahwa pasangan tersebut bermasalah. Ia tidak melakukan kekerasan dengan cara-cara preman untuk memenuhi keinginannya. Ia tidak mencemarkan pernikahan dengan sembunyi-sembunyi bahkan menutupi dosa perzinahan dengan dosa dusta. Memiliki integritas seperti Kristus merupakan bukti seseorang bergaul karib dengan Tuhan. Inilah kunci keberhasilan Samuel menjadi hamba Tuhan yang berintegritas karena senang bergaul kariba dengan Tuhan; bukan dengan orang yang berduit, orang yang memiliki jabatan, orang yang berpengaruh memajukan pelayanan. Bergaul karib dengan Tuhan, membuat kita memiliki karakter seperti Tuhan; sedangkan bergaul dengan dunia, membuat kita memiliki karakter seperti dunia.

BPD GSJA JABAR