Pena BPD

Salam Kerja Bareng di bulan Juli 2017 !

Pemuridan merupakan suatu proses pelipatgandaan secara dinamis yang dapat menjangkau generasi ke generasi. Kata Yunani untuk murid adalah ‘mathetes’, dipergunakan 269 kali dalam kitab-kitab Injil dan Kisah Para Rasul. Kata itu berarti orang “yang diajar” atau “dilatih”. Mereka bukan hanya seorang murid, tetapi seorang pengikut; mereka mencerminkan sebagai tiruan sang guru. Menjadi Kristen tanpa pernah menjadi murid, akan membuatnya hanya sebagai “bayi-bayi rohani”. Seorang bayi hanya mengkonsumsi susu, demikian juga bayi rohani. Mereka tidak dapat mengkonsumsi makanan keras. “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa” (Ibrani 5:11-14; 1 Korintus 3:2). Bahkan banyak terjadi orang yang baru saja menerima Tuhan Yesus meninggalkan imannya dari Tuhan. Hal itu terjadi karena yang bersangkutan tidak segera dimuridkan. Pemuridan itu merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena pemuridan merupakan Amanat Agung Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke surga; “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Matius 28:19). Mengakui Kristus sebagai Tuhan, berarti mengakui bahwa perintah-Nya mutlak untuk dilakukan.

Mengambil teladan seorang yang bernama Edward Kimball, seorang guru Sekolah Minggu dalam tahun 1800-an, yang memulai pelayanan pemuridan dalam kelasnya. Dimulai dengan beban Kimball untuk menjangkau setiap anak yang terhilang untuk dibawa kepada Kristus. Salah satunya adalah seorang pemuda miskin yang bekerja di sebuah toko sepatu. Tidak ada harapan sedikitpun bahwa pemuda tersebut bakal berguna bagi masyarakat. Tetapi pemuda ini, yaitu Dwight L. Moody, kemudian menjadi terkenal sebagai perintis tehnik-tehnik modern di bidang pekabaran Injil massa. Selama pelayanannya, seorang pendeta yang bernama F.B. Meyer diperbaharui oleh Roh Kudus. Dari pengajaran F.B Meyer, seorang pendeta muda yang bernama J. Wilber Chapman mengalami perubahan. J. W. Chapman dipakai Tuhan di seluruh dunia untuk membawa orang kepada Kristus, seorang pembantu dalam kampanye kebangunan rohani Chapman, seorang bekas juru tulis dari MCA yang meneruskan rantai pelipatgandaan Kimball. Namanya ialah Billy Sunday. Billy Sunday berkhotbah melintasi seluruh Amerika Utara dengan hasil yang menakjubkan. Kebangunan rohaninya di Charlotte, North Carolina menghasilkan beberapa petobat yang mengorganisir sebuah kelompok doa, agar Tuhan melanjutkan pelayanan penginjilan melalui orang-orang di Charlotte. Mereka mengundang Mordecai Ham untuk berbicara. Selama suatu pertemuan, beberapa remaja telah dimenangkan kepada Kristus. Termasuk seorang pemuda yang bernama Billy Graham. Dan rantai pelipatgandaan ini masih berlangsung hingga saat ini. (Disadur dari in.christ.net).

BPD GSJA JABAR