NILAI
Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur dan Rajin
JABAR 3B
Bersatu - Berhasil - Berdampak

SELAYANG PANDANG WILAYAH “PANTURA”

Kota, baru terdapat 4 Gereja Sidang Jemaat Allah (3 diantaranya terdapat di Kab. Karawang, dan 1 di kota Cirebon) dan 3 perintisan (Kab. Majalengka, Kab. Kuningan dan Kota Cirebon).  Meskipun Pantura pada umumnya adalah daerah yang tingkat resistensinya begitu besar terhadap kekristenan, tetapi wilayah ini juga memiliki potensi besar bagi ”Church Planting” khususnya Gereja Sidang Jemaat Allah daerah Jawa Barat, karena itu wilayah Pantura kiranya ada dalam hati dan doa dari para hamba Tuhan GSJA Jawa Barat, sehingga semakin hari semakin banyak masyarakat Pantura yang mendengar dan percaya kepada Kristus.  Sebagai informasi mengenai wilayah Pantura, berikut kami paparkan beberapa data dari Kabupaten dan Kota yang terdapat dalam wilayah Pantura yang dikutip dari beberapa sumber.

1.    Kabupaten Karawang
Kabupaten Karawang, ibukotanya adalah Karawang, terkenal sebagai kawasan “lumbung padi”, hal ini dikarenakan terdapat lahan persawahan yang masih sangat luas dan produktif. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor di Barat, Laut Jawa di Utara, Kabupaten Subang di Timur, Kabupaten Purwakarta di Tenggara, serta Kabupaten Cianjur di Selatan. Memiliki luas wilayah 1.737,53 km2, dengan jumlah penduduk 2.125.234 jiwa (sensus 2010) yang berarti berkepadatan 1.223 jiwa per km2. Terdiri Kabupaten Karawang terdiri atas 30 kecamatan, yang dibagi lagi atas 197 desa dan 12 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Karawang Timur, tepatnya di kelurahan Karawang Wetan.

Terdapat beberapa kawasan industri dan pusat perniagaan, Kabupaten karawang relatif memiliki corak penduduk yang heterogen. Terdapat 3 Gereja Sidang Jemaat Allah, yaitu di Karawang kota, Cikampek dan Cemara Jaya.

2.    Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Purwakarta ibukotanya adalah Purwakarta.  Sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia yang terletak ± 80 km sebelah timur Jakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Karawang di bagian Utara dan sebagian wilayah Barat, Kabupaten Subang di bagian Timur dan sebagian wilayah bagian Utara, Kabupaten Bandung Barat di bagian Selatan, dan Kabupaten Cianjur di bagian Barat Daya.
Kabupaten Purwakarta berada pada titik-temu tiga koridor utama lalu-lintas yang sangat strategis, yaitu Purwakarta-Jakarta, Purwakarta-Bandung dan Purwakarta-Cirebon.

Luas wilayah Kabupaten Purwakarta adalah 971,72 km² atau sekitar 2,81% dari luas wilayah Provinsi Jawa Barat berpenduduk 845.509 jiwa (Proyeksi jumlah penduduk tahun 2009) dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 2,28% per-tahun. Jumlah penduduk laki-laki adalah 420.380 jiwa, sedangkan jumlah penduduk perempuan adalah 425.129 jiwa. Gereja terpusat di beberapa tempat, yaitu Kawasan perindustrian Sadang dan di ibukota Purwakarta. Saat ini belum ada GSJA yang terdapat di Purwakarta.

3.    Kabupaten Subang
Kabupaten Subang ibukotanya adalah Subang.     Berbatasan dengan Laut Jawa di Utara, Kabupaten Indramayu di Timur, Kabupaten Sumedang di Tenggara, Kabupaten Bandung Barat di Selatan, serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang di Barat.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 3 Tahun 2007, Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 30 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi 245 desa dan 8 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Subang. Dengan jumlah penduduk 1,501,647 jiwa Kabupaten Subang merupakan potensi yang besar bagi perintisan GSJA.

Kabupaten ini dilintasi jalur pantura, namun ibu kota Kabupaten Subang tidak terletak di jalur ini.  Jalur pantura di Kabupaten Subang merupakan salah satu yang paling sibuk di Pulau Jawa. Kota kecamatan yang berada di jalur ini diantaranya Ciasem dan Pamanukan (daerah ini merupakan daerah yang memiliki komunitas Kristen yang lebih banyak dari daerah lain, karena itu Gereja terpusat di daerah ini). Selain dilintasi jalur Pantura, Kabupaten Subang dilintasi pula jalur jalan Alternatif Sadang Cikamurang, yang melintas di tengah wilayah Kabupaten Subang dan menghubungkan Sadang, Kabupaten Purwakarta dengan Tomo, Kabupaten Sumedang, jalur ini sangat ramai terutama pada musim libur seperti lebaran.  Kabupaten Subang yang berbatasan langsung dengan kabupaten Bandung di sebelah Selatan memiliki akses langsung yang sekaligus menghubungkan jalur pantura dengan kota Bandung. Jalur ini cukup nyaman dilalui dengan panorama alam yang amat indah berupa hamparan kebun teh yang udaranya sejuk dan melintasi kawasan pariwisata Air Panas Ciater dan Gunung Tangkuban Perahu.  Saat ini Kabupaten Subang belum terdapat GSJA.

4.    Kabupaten Indramayu
Kabupaten Indramayu, Ibukotanya adalah Indramayu yang merupakan pusat pemerintahan, sedangkan titik keramaian justru berada di Kecamatan Jatibarang dan Haurgeulis (Wilayah ini terdapat jumlah Gereja yang paling banyak dibanding Kecamatan lainnya), hal ini dikarenakan di Jatibarang terdapat pusat Pasar dan memiliki akses yang mudah seperti Jalur Pantura dan Stasiun Kereta Api, hal yang sama juga terjadi untuk Kecamatan Haurgeulis meski tak dilewati secara langsung oleh Jalur Pantura, namun Kecamatan ini dilalui oleh Jalur Kereta Api.  Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di Utara, Kabupaten Cirebon di Tenggara, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang di Selatan, serta Kabupaten Subang di Barat.

Kabupaten Indramayu terdiri atas 33 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 315 desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Indramayu. Jumlah penduduk saat ini sekitar 1.795.372 jiwa. Beberapa kecamatan-kecamatan penting di Wilayah Kabupaten Indramayu di antaranya adalah Indramayu, Jatibarang, Haurgeulis, Patrol, Karangampel, dan Terisi. Saat ini sudah ada perintisan Gereja Sidang Jemaat Allah yang digembalakan oleh Pdt. Mikhael Nadeak.

5.    Kabupaten Majalengka
Kabupaten Majalengka, Ibukotanya adalah Majalengka. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Indramayu di Utara, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan di Timur, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya di Selatan, serta Kabupaten Sumedang di Barat. Kabupaten Majalengka terdiri atas 23 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Majalengka. Kantor Bupati terletak di Alun-alun Majalengka berdekatan dengan Masjid Agung Al Imam.  Luas daerah Kabupaten Majalengka adalah 1.204,24 km2 atau sekitar 2,71% dari luas Propinsi Jawa Barat. Jumlah penduduk di Kabupaten Majalengka tercatat sebanyak 1.185.000 jiwa(2003) dengan kepadatan penduduk sebesar 984 orang per km2.

Denyut nadi perekonomian Majalengka sangat terasa pada bagian utara, karena kepadatan penduduk memang lebih besar pada wilayah ini, daerah – daerah yang menonjol dalam dinamika perekonomian adalah Kecamatan Kadipaten (daerah ini memiliki komunitas Kristen dan Gereja yang lebih banyak dari daerah lainnya), Kecamatan Jatiwangi, Kecamatan Dawuan, Kecamatan Sumber Jaya dan Kecamatan Majalengka sebagai Ibukota Kabupaten.  Penduduk Kabupaten Majalengka umumnya adalah Petani yakni hampir 35,24% kemudian Perdagangan, Hotel dan Restauran 19,58%, selanjutnya jasa-jasa 15,36%, Industri Pengolahan 13,47%, Angkutan dan Komunikasi 6,19%, Bangunan 4,26%, Keuangan 3,49% dan Pertambangan 2,7%.  Saat ini sudah ada perintisan GSJA lewat pendirian sekolah di Kabupaten Majalengka tepatnya di Kecamatan kadipaten.

6.    Kabupaten Kuningan
Kabupaten Kuningan, ibukotanya adalah Kuningan. Letak astronomis kabupaten ini di antara 108°23 – 108°47 Bujur Timur dan 6°45 – 7°13 Lintang Selatan. Kabupaten ini terletak di bagian Timur Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cirebon di Utara, Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) di Timur, Kabupaten Ciamis di Selatan, serta Kabupaten Majalengka di Barat. Kabupaten Kuningan terdiri atas 32 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 361 desa dan 15 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Kuningan.

Bagian timur wilayah kabupaten ini adalah dataran rendah, sedang di bagian barat berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ceremai (3.076 m) yang biasa salah kaprah disebut dengan Gunung Ciremai, gunung ini berada di perbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Gunung Ceremai adalah gunung tertinggi di Jawa Barat.  Saat ini terdapat sebuah perintisan GSJA di kecamatan Cigugur (Kecamatan Cigugur merupakan pusat komunitas umat Katolik Kab. Kuningan).

7.    Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon merupakan bagian dari wilayah Propinsi Jawa Barat yang terletak di bagian timur dan merupakan batas, sekaligus sebagai pintu gerbang Propinsi Jawa Tengah dengan ibukota Sumber. Dalam sektor pertanian Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah produsen beras yang terletak di jalur pantura. terdiri dari 40 Kecamatan & 412 Kelurahan.  Sesuai dengan data kependudukan terbaru yang sudah diberikan oleh Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (disdukcapil) Kab.Cirebon, jumlah penduduk Kab.Cirebon per 30 April 2013 berjumlah 2.957.257 jiwa.

Letak wilayah Kabupaten Cirebon, Sebelah Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Indramayu,  Sebelah Barat Laut berbatasan dengan wilayah Kabupaten Majalengka, Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kuningan,  Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kotamadya Cirebon dan Kabupaten Brebes (Jawa Tengah), Meskipun populasi penduduk cukup besar, namun jumlah Gereja masih sangat sedikit, bahkan di ibukotanya yakni Sumber belum ada satu pun gedung Gereja , demikian juga GSJA.

8.    Kota Cirebon
Kota Cirebon merupakan Kota yang berada di wilayah timur Jawa Barat dan terletak pada jalur transportasi Jawa Barat dan Jawa Tengah, Luas wilayah Kota Cirebon adalah 37.358 Km2 dengan batas-batas wilayah sebelah Utara. Sungai Kedung Pane, sebelah Barat Banjir Kanal/Kabupaten Cirebon, sebelah Selatan Sungai Kalijaga dan sebelah Timur adalah Laut Jawa.

Untuk melaksanakan tugas Pemerintahan, wilayah administrasi Kota Cirebon dibagi menjadi 5 Kecamatan dan 22 Kelurahan. Jumlah Kelurahan ini kemudian dibagi menjadi 247 Rukun Warga dan 1352 Rukun Tetangga. Jumlah penduduk Kota Cirebon pada tahun 2009 mencapai 304.904 orang, dengan komposisi 147.639 orang laki-laki dan 157.265 orang perempuan, jumlah ini yang berdomisili di wilayah Kota Cirebon, namun pada siang hari jumlah penduduk Kota Cirebon bertambah hingga empat sampai lima kali lipat dengan adanya penduduk luar kota yang melakukan berbagai kegiatan di Kota Cirebon.  Kota Cirebon adalah kota yang relatif berkembang dalam perekonomian, hal ini terlihat dari laju urbanisasi yang besar.  Karakter kota yang semakin majemuk dan heterogen, menjadikan Kota Cirebon menjadi salah satu potensi yang besar bagi perintisan GSJA.  Saat ini sudah terdapat 1 gereja Sidang Jemaat Allah yang berdiri dan 1 perintisan Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *