NILAI
Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur dan Rajin
JABAR 3B
Bersatu - Berhasil - Berdampak

JABAR 3B PASUTRI & PLENO – “TAKE COURAGE TO BUILD YOUR FAMILY IN CHRIST”

Ramah dan bersahabat, demikianlah kesan pertama yang saya dapatkan dari Panitia yang menyambut kedatangan saya di GSJA Betlehem Bogor dimana Jabar 3B diselenggarakan. Suasana kasih Allah terasa terpancarkan dari pribadi Pastur Arif Multi (Gembala Sidang GSJA Betlehem Bogor) dan isteri ketika saya berjabatan tangan dengan beliau. Dari situ saja saya sudah dapat merasakan dengan pasti bahwa kegiatan Jabar 3B ini mendatangkan berkat yang besar bagi para pesertanya.

Sebenarnya, tidak mudah bagi jemaat yang tinggalnya jauh seperti dari Wilayah Pantura atau Bandung untuk menghadiri Jabar 3B ini. Ada yang harus berangkat dari rumahnya sejak jam 3 dini hari dan pulangnya tiba kembali di rumah hampir jam 11 malam atau mungkin lebih malam lagi. Namun antusias dan animo jemaat demikian besar untuk bisa mengikuti Jabar 3B ini. Tetapi jerih lelah mereka terbayar lunas dengan berkat besar yang mereka terima dari pemberitaan Firman Tuhan.

Tema dari Workshop Pasutri adalah Take Courage to Build Your Family. Pdt. Samiton Pangelah melayani Firman Tuhan dalam dua sesi. Sesi pertama disampaikan dalam bentuk seminar dan sesi kedua dalam bentuk Tanya jawab. Diawali dengan menceritakan perjuangan beliau membangun kembali keluarganya, dan selanjutnya bertolak dari nats Kitab Daniel 1:3-9 dan 3:17-18 beliau menjelaskan bahwa ada empat (4) hal yang berusaha diubah oleh raja Nebukadnezar pada kehidupan Daniel dan teman-temannya. Yang pertama mengubah bahasa. Daniel dan teman-temannya harus belajar bahasa dan tulisan orang Kasdim. Ini bicara tentang mengubah nilai (value): cara hidup, cara berpikir, dan cara berperilaku. Yang kedua mengubah makanan. Mereka harus makan makanan yang berasal dari meja raja. Makanan berbicara tentang mengubah arah tujuan hidup (purpose of life). Yang ketiga adalah mengubah nama. Daniel (artinya Allah adalah Hakim) diubah menjadi Beltsazar (nama Babel dalam bentuk Ibrani). Mengubah nama berbicara tentang mengubah identitas.  Yang keempat mengubah iman. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego harus menyembah patung yang didirikan oleh Nebukadnezar. Tetapi iman merekalah yang membuat mereka tidak hangus terbakar oleh api.

Pada sesi kedua adalah sesi tanya-jawab. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan jemaat berkisar tentang kehidupan rumah tangga. Semua pertanyaan dapat dijawab sampai tuntas oleh Pdt. Samiton Pangelah.

Setelah Workshop Pasutri selesai, dan setelah makan siang acara dilanjutkan dengan kebaktian gabungan dari kelompok pasutri, kelompok umas, dan kelompok youth. Kebaktian gabungan ini dimeriahkan dengan tampilan pujian Serafim Choir (Paduan Suara Anak) dari GSJA Cimahi.  Selanjutnya Pdt. Samiton Pangelah menyampaikan Firman Tuhan dengan pokok bahasan “Kaya Vs Miskin.” Orang kaya atau miskin sebenarnya tergantung sikap mentalitasnya. Sebab akan selalu ada orang yang lebih kurang beruntung dari pada kita, dan kita bisa membantunya. Mental kaya adalah melayani, memberi solusi, bersyukur, dan tangan di atas. Sementara mental miskin adalah menuntut, mengeluh, dan tidak pernah merasa puas dalam segala sesuatu, demikianlah beliau menjelaskan.

Selesai acara Jabar 3B, jemaat harus pulang sebagian demi sebagian agar tidak kacau. Pada akhirnya semua pulang dengan selamat dengan membawa berkat rohani yang besar.

Demikianlah yang dapat kami laporkan.

Pdt. Philipus Margono
Ketua Dep. Persekutuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *