NILAI
Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur dan Rajin
JABAR 3B
Bersatu - Berhasil - Berdampak

“DIA DATANG UNTUKKU…”

Bersama paduan suara surga ku bernyanyi
Kemuliaan di tempat maha tinggi dan damai sejahtera
Di antara manusia yang hidupnya berkenan kepada-Mu

Di tengah-tengah kesibukan natal ini dan itu, tanpa disadari Natal telah menjadi begitu konsumtif. Natal identik dengan belanja, pakaian, makanan, hiasan, Santa Claus, dan berbagai asesoris lainnya. Bahkan pola pikir konsumtif tanpa sadar sudah dibangun dalam diri anak-anak kita sejak kecil, dengan membiasakan anak mendapat hadiah natal. Natal semakin tersembunyi di balik tradisi yang seolah-olah Natal, namun justru mengaburkan hakekat Natal itu sendiri.

Coba kita renungkan sejenak:

Apa yang menguasai hati kita saat merayakan natal?
Apa yang paling menyita dana dalam anggaran natal?

Mari kita sejenak melihat sikap hati para tokoh di Natal yang pertama:

1. Hati yang Tulus
”Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati… .” Matius 1:19
Biarlah di hari Natal ini kita mau membaharui sikap hati kita, menjaga jangan sampai spirit konsumtif itu lebih menguasai kita.

2. Hati yang Menyembah
"Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Matius 2:2.
Mari di momen Natal ini, di saat kita merayakan atau melayani dalam ibadah-ibadah Natal, hati kita adalah hati yang menyembah. Membawa hidup kita semakin dekat dan karib dengan Tuhan Yesus.

3. Hati yang Taat akan Firman Allah
“… benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.”  Lukas 1:6.
Ini adalah saat yang tepat untuk kita mengoreksi diri: Sungguhkah kita menjadi anak-anak-Nya yang taat dan dengar-dengaran akan Dia?  Apakah kehidupan kita selama ini penuh dengan kemunafikan? Apa yang kita lakukan tidak seperti yang kita katakan, ajarkan, atau khotbahkan?

4. Hati yang Bersemangat/Antusias bagi Tuhan
Dalam Lukas 2:8-20 dicatat tentang bagaimana kehidupan gembala-gembala waktu itu terlebih setelah mereka mendengar kabar sukacita dari para malaikat yang datang menemui mereka. Respon mereka ketika itu sesungguhnya menggambarkan sikap hati yang menjadi karakter mereka:

  1. Rajin
  2. Tidak menunda-nunda dan cepat bertindak
  3. Suka bekerja sama
  4. Suka bersaksi
  5. Suka bergembira, bersyukur, dan memuji Tuhan

Jadikan Spirit Natal tahun ini membuat hidup kita tetap penuh semangat dan antusias sekalipun tantangan dan beban hidup silih berganti. Biarlah sukacita natal menumbuhkan kekuatan ilahi dalam diri kita seperti ada tertulis:
“…for the joy of the LORD is your strength.”  Nehemiah 8:11.

5. Hati yang Setia
Kita dapat pula belajar tentang sikap hati dari seorang imam yang bernama Simeon yang menyambut Yesus di bait Allah (Lukas 2:25-33)
“…Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.”

Hati yang setia berarti:
a. berkomitmen pada kebenaran,
b. saleh,  tanpa kompromi dengan dosa
c. menjaga urapan Roh Kudus melalui ketaatan untuk dipimpin Roh Kudus

6. Hati yang Berdoa
Nabiah Hana adalah seorang Pendoa. Jikalau kita sungguh adalah seorang yang berdoa, maka kita memiliki hati Pendoa yang sejati, yaitu:
a. setia dalam pernikahannya
b. setia melayani/tidak pernah meninggalkan pelayanannya
c. perkataannya adalah kesaksian kebenaran yang memberkati semua orang

7. Hati Hamba
Dari Maria kita dapat belajar menjadi seorang hamba Tuhan yang sejati (Lukas 1:26-38):
a. Menjaga kekudusan
b. Percaya dan taat
c. Siap bayar harga

Jadikan Natal tahun ini berbeda dan sungguh istimewa, karena secara khusus Tuhan Yesus sungguh nyata hadir dan mengubahkan hidup kita sekali lagi. Sikap kita dibaharui-Nya, sekali lagi terjadi revolusi mental dan siap untuk memasuki tahun yang akan datang dengan Hati yang Baru.  Haleluyaa….

Salam ZAITUN Natal:

Bayi Yesus terbaring di palungan…
Bahkan jerami pun dijadikan bantal…
DalamYesus ada kemenangan…
Bahkan kita pun mengalami revolusi mental…

 

Soli Deo Gloria

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *