NILAI
Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur dan Rajin
JABAR 3B
Bersatu - Berhasil - Berdampak

THE POWER OF CHOICE

Berikut ini kita akan melihat  tujuh hal yang menentukan dalam hal kita memutuskan untuk memilih sesuatu, saya menyebutnya Sapta Pesona Pilihan

  1. Pilihan kita ditentukan oleh PRIORITAS HIDUP kita

Apa yang merupakan hal-hal utama, urutan prioritas dalam hidup kita itu menentukan pilihan apa yang akan kita ambil.  Firman Tuhan mengajarkan kita dalam menyusun urutan prioritas dalam hidup ini: 

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”  (Matius 6:33).

Jangan sampai hawa nafsu kedagingan atau dosa yang kita dahulukan:

“Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya,  yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.”  (II Petrus  3:3).

  1. Pilihan kita ditentukan oleh HARGA/NILAI HIDUP kita. 

Apa yang paling berharga/bernilai bagi kita, itu menentukan pilihan apa yang akan kita ambil.  Seringkali kita mengukur sesuatu yang paling  bernilai atau berharga dalam hidup kita itu dengan uang, tetapi ingatlah Firman Tuhan mengajarkan kepada kita tentang nilai-nilai atau hal-hal yang paling berharga bagi kita:

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5).

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
(I Timotius  6:10).

Sesungguhnya berdasarkan Firman Tuhan di atas yang paling bernilai atau berharga bagi kita adalah  ‘DUIT’  bukan uang, karena uang menjadikan kita ‘beruang’.  Yang saya maksud D U I T  adalah:

  • D             :  Doa
  • U             :  Usaha
  • I               :  Iman
  • T              :  Taati Firman
  1. Pilihan kita ditentukan oleh AKAL BUDI kita. 

Akal budi kita menentukan pilihan apa yang akan kita ambil. Orang bodoh/bebal akan memilih pilihan yang salah, orang arif akan memilih pilihan yang benar.  Karena itu kita harus terus-menerus  belajar dalam banyak hal agar kita tidak menjadi orang  yang bodoh dan bebal yang mengambil pilihan yang salah.  Firman Tuhan menasihatkan kita:

“Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.”  (Amsal  19:2).

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.  (Roma 12:1-2).

  1. Pilihan kita ditentukan oleh Input (yang kita didengar, lihat, dan baca).

Input menentukan output. Apa yang  kita dengar, lihat, dan baca sangat menentukan pilihan apa yang akan kita ambil.Firman Tuhan juga menegaskan kepada kita:

“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu.” (1Yohanes 1:1).

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius  3:16).

Karena itu perhatikanlah apa yang kita lihat, kita dengar, dan yang akan kita baca!  Pakailah Firman Tuhan sebagai saringan/filter untuk semua yang akan kita dengar, lihat, dan baca.

  1. Pilihan kita ditentukan oleh Siapa yang ada di sekitar kita.

Siapa saja orang-orang yang sering ada di sekitar kita atau dengan siapa saja kita bergaul dan berinteraksi itu sangat mempengaruhi kita dalam mengambil pilihan-pilihan.  Tetapi Firman Tuhan menasihatkan kita dengan tegas: 

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”    
(I Korintus  15:33)

Karena itu waspadailah orang-orang di sekitar kita, artinya dengan siapa saja kita berinteraksi!  Ingin menjadi orang arif yang memilih yang benar dan kemudian berbahagia, ingatlah:

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.  Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.  Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. (Mazmur 1).

  1. Pilihan kita ditentukan oleh Suasana hati kita.

Jika kita dikuasai kekuatiran, panik, gelisah dan galau tidak menentu itu akan mempengaruhi kita dalam mengambil pilihan-pilihan, jika suasana hati kita sedang tidak kondusif seperti itu maka sadar atau tidak sadar kita suka mengambil pilihan yang kurang tepat. Sebaliknya jika suasana hati kita sedang kondusif, nyaman, dan senang maka kita dalam mengambil keputusan untuk memilih akan penuh pertimbangan dan berhati-hati.  Kita pasti ingat Firman Tuhan ini:

”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal  4:23).

“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”  (Filipi 4:7).

Karena itu, jika kita sadar suasana hati kita sedang tidak kondusif, janganlah cepat-cepat mengambil pilihan,  berdoalah terlebih dulu kepada Tuhan, jika perlu berkonsultasi kepada orang-orang yang tepat, yang mengerti kondisi yang sedang kita hadapi!  Waspadalah….!

  1. Pilihan kita ditentukan oleh apa yang ada pada kita (apa yang kita miliki).

Seringkali kita mengambil pilihan beredasarkan apa yang ada pada kita (apa yang kita miliki). 

TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat." (Keluaran  4:2).

Sedikit atau banyak, kecil atau besar yang ada pada kita, jika kita serahkan kepada Tuhan dan mohon Tuhan urapi maka Tuhan akan mengadakan mujizat-Nya.   Jangan menjadi minder atau jangan menjadi sombong karena apa yang ada pada kita, percaya dan serahkan kepada Tuhan maka Ia akan memimpin kita dalam mengambil keputusan. 

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:6) .

Kerjakan bagian kita yang harus kita lakukan dan Tuhan yang akan menyelesaikan dengan sempurna!  DO YOUR BEST AND LET THE REST INTO GOD’S HAND…!

 

Salam ZAITUN (ZAman Indahnya berpanTUN)

Ambil buyung isilah dengan air

Bawalah ke pesta jadilah anggur…

Hidup terhuyung karnalah kuatir…

Tetap berdoa dan janganlah nganggur…

 

Soli Deo Gloria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *