NILAI
Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur dan Rajin
JABAR 3B
Bersatu - Berhasil - Berdampak

Kerjasama

Mari kita belajar dari pengalaman seorang pengusaha otomotif besar yang bercita-cita membuat “mobil idaman”. Pada awalnya, ia berusaha mewujudkan cita-cita hebatnya itu dengan menyewa sebuah gedung dan memenuhinya dengan 150 merek mobil terbaik yang ada di dunia. Ia memerintahkan para insinyur-nya untuk mencari bagian-bagian yang paling baik dari setiap mobil-mobil terkemuka yang dibelinya tersebut.  Para insinyur itu memilih mesin terbaik dari Mercedes, mengambil sistim handle pintu terbaik dari Volvo, mengambil sistim transmisi terbaik dari Toyota, memakai sistim steering yang paling handal dari Ford, mengadopsi piranti central lock dari BMW, mengambil teknologi ABS terbaik dari Nissan, demikian seterusnya, setiap merek mobil diambil bagian terbaiknya saja. Akhirnya, tim insinyur tersebut berhasil membuat sebuah mobil “sempurna” yang terdiri atas 15.000 spare-parts dari beragam merek mobil.  Namun apa yang terjadi? Ternyata mobil istimewa itu tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.  Mengapa?  Karena antar bagian-bagian yang sudah dipasangkan dengan spare-parts terbaik pilihan mereka, tidak bisa bekerja sama.

Belajar dari pengalaman di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa untuk menciptakan sinergi serta kerja sama yang harmonis di dalam organisasi, setiap orang yang ditempatkan dalam sebuah tim haruslah berfungsi sebagai “pemain tim,” bukan hanya sekedar kumpulan individu yang hebat dan pintar. Sikap egois, merasa paling benar, paling mampu, paling bisa adalah musuh terbesar dari kesempurnaan.  Namun kerja sama tim justru menjadi “kunci” dalam mencapai gol dan target dalam pekerjaan. Adanya sikap saling mendukung antara yang lemah dan kuat, antara yang berpotensi dan yang kurang berpotensi akan menguntungkan satu sama lain. Ya, yang kurang berkompeten akan belajar dari yang lebih ahli, sebaliknya yang sudah hebat ilmunya akan menjadi lebih hebat lagi karena digunakan untuk mengembangkan orang lain (developing, mentoring & coaching).  Ingatlah, jika kita ingin mencapai prestasi besar dan berguna bagi orang banyak, kita mesti bisa bekerja sama dengan orang lain.  Di jaman seperti sekarang ini, sepertinya Superman sudah tidak akan berfungsi dengan baik lagi, dan yang diperlukan adalah Supertim! Karena itu, mari kita belajar untuk menepis semua rasa ego kita.  Dan, mulailah menyadari bahwa kita tidak mungkin dapat sampai pada titik sukses jika tidak dibantu oleh keluarga, rekan kerja, dan orang-orang yang berada di sekeliling kita.

Saat ini, Gereja Sidang Jemaat Allah telah menggulirkan ROADMAP 25 GSJA, sebuah pemetaan terpadu tentang visi, misi, dan arah tujuan yang ingin dicapai organisasi dalam 25 tahun ke depan. Tentunya hal ini sangat menuntut kinerja terbaik dari kita sebagai anggota organisasi di dalamnya, juga kesiapan kita untuk “bekerja sama”. Nah, bila kita sudah berpikir bahwa ‘bekerja sama’ merupakan sarana pemrosesan untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik, dewasa, dan bijaksana, maka sudah seharusnya kita bekerja dengan sepenuh hati dan memberi kontribusi yang terbaik bagi organisasi.  Sesuai firman-Nya, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23.  Selalu ada risiko ketika kita ingin berbuat baik.  Mungkin saja perbuatan baik kita dianggap untuk mencari muka, dinilai punya keinginan tersembunyi, dan seterusnya.  Namun itu adalah salah satu cara agar kita dan organisasi bisa terus berkembang.  Bisa saja jika kita tidak ingin terlibat, tidak mau dicap macam-macam, dan mencari aman saja.  Sayangnya itu pula cara bagi kita untuk tidak melangkah kemana-mana (pasif).

Sahabat, “Jika saya mempunyai uang seratus ribu rupiah satu lembar dan Anda mempunyai uang sepuluh ribu rupiah sepuluh lembar, lalu jika uang itu ditukar, nilainya akan sama bukan?  Saya dan Anda tetap hanya mempunyai uang seratus ribu rupiah.  Namun jika saya mempunyai sebuah ide dan Anda mempunyai sebuah ide pula, lalu kita saling menukarnya, kira-kira apa yang terjadi?  Yang terjadi adalah saya akan memiliki dua buah ide dan Anda pun akan menerima hal yang sama.  Mengapa bisa demikian?  Itulah kehebatan dari bekerja sama.  Mari kita lakukan KERJA BARENG!. Tuhan Yesus Memberkati!

 

Pdt. Budiman Nataprawira, M.A. (TAK – BPD Jabar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *