NILAI
Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur dan Rajin
JABAR 3B
Bersatu - Berhasil - Berdampak

PUISI NATAL

Semarak, Sukacita Natal

 

Semarak itu …

Sungguh pernah terjadi,

Saat Anak Manusia lahir ke dunia

Sukacita dan sorak sorai terdengar

Bala tentara sorga memuliakan Allah

Para gembala menaikkan pujian

 

Semarak itu …

Kini terulang kembali,

Saat merayakan kelahiran sang Raja

Dengan alunan nada yang beragam

Dengan bahasa yang berbeda

Dan balutan busana yang tak sama

 

Namun, satu perasaan yang sama

Sukacita menyambut kelahiran-Nya

Sukacita menerima anugerah-Nya

Sukacita menanti kedatangan-Nya

 

Semarak itu begitu bergema

Dari kedalaman yang murni

Karena perayaan yang sejati

Lahir dari hati …

——————————————————————————————-

Refleksi:

Bukanlah suatu hal yang mendasar, jika kita mengkritisi mengenai Perayaan Natal yang seperti apa yang seharusnya dilakukan di gereja Tuhan saat ini.  Baik secara “megah – besar-besaran – mewah – dan wahhh”,  ataupun … secara “sederhana” hanya dengan satu gitar, satu pemimpin pujian, dan satu kotak kue plus air mineral.  Bukan itu yang terpenting, bukan itu yang hakiki.  Cara boleh berbeda-beda, namun suasana hati kita haruslah sama, adakah sukacita yang begitu besar kita rasakan saat Yesus lahir di dunia, dan lahir kembali di hati kita? … Sehingga semarak perayaan itu akan memiliki arti yang sebenarnya.  TYm.

(dari meja sekretariat)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *