NILAI
Cinta Tuhan, Rendah Hati, Jujur dan Rajin
JABAR 3B
Bersatu - Berhasil - Berdampak

BARNABAS : Mentor Teladan dalam Alkitab

Berbicara mengenai keberhasilan seorang pemimpin baik dalam dunia profesi, usaha, atau bisnis (market place) maupun dunia pelayanan gereja adalah dihasilkannya pemimpin baru (penerus) dalam dunia tersebut. Keberhasilan tanpa adanya penerus sama saja dengan kegagalan. Oleh karena itu, para pemimpin senior yang telah membuktikan keberhasilan dalam pelayanan gereja ditantang untuk dapat mencetak generasi penerus dengan lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang akan melanjutkan pelayanan bagi kemajuan pekabaran Injil. Melalui Alkitab kita belajar dari seorang mentor Barnabas, bagaimana peran Barnabas terhadap mentee (orang-orang yang dibimbingnya) sehingga pemimpin baru tersebut memiliki reputasi yang jauh melampaui reputasi mentornya, terdidik, dan
cakap dalam pelayanan. Ada beberapa karakteristik Barnabas sebagai mentor :
1. Seorang yang mampu melihat ke depan, memberi dukungan, dan kepercayaan. Mentor haruslah seorang yang visioner, membangkitkan motivasi, dan kepercayaan diri mentee. Seorang yang sangat mengenali kebutuhan-kebutuhan mentee dan membantunya sehingga mentee merasakan pertumbuhan
iman dan kerohanian. Barnabas memberi dukungan kepercayaan dan penerimaan terhadap Paulus. Ia mengesampingkan semua kesalahan dan kelamnya masa lalu Paulus. Ia memperkenalkan Paulus kepada para rasul, meyakinkan mereka tentang pertobatan Paulus dan mengangkat reputasi Paulus. Barnabas adalah seorang mentor yang mampu mengobarkan pengharapan dan penerimaan (Kis.
9:26-27).
2. Seorang yang memberi kesempatan dan dorongan. Seorang mentor pastilah memberi kesempatan untuk mentee-nya berkembang. Tidak cukup hanya kesempatan kedua, melainkan ketiga, keempat, dan seterusnya. Seorang yang tidak mudah menyerah meski mentee-nya gagal, mendorong, dan mengarahkan sehingga potensi mentee berkembang dengan maksimal. Dalam pelayanannya, Barnabas tetap ingin membawa Markus dan mementornya meski sebelumnya Markus telah gagal mempertahankan komitmen kesetiaannya. Apa yang dilakukan oleh Barnabas menjadi berkat besar karena Markus sangat berguna bukan saja bagi Barnabas tetapi juga bagi kita melalui satu kitab Injil yang ditulisnya. Bayangkan kehilangan besar yang kita alami jika Barnabas tidak memberi kesempatan kepada Markus untuk memulihkan kegagalannya (Kis. 15:37-39).
3. Seorang yang berdedikasi dan murah hati. Seorang mentor bukanlah seorang yang memperhitungkan untung rugi sebuah proses mentoring. Ia rela berkorban dan siap untuk mendedikasikan hidupnya bagi Injil dan membangun kehidupan orang-orang yang dipimpinnya. Sisi lain dari pribadi Barnabas adalah seorang dermawan, tidak segan-segan merelakan dirinya dan harta miliknya bagi kemajuan Injil. Ia suka menolong saudara-saudaranya, melalui hartanya (Kis. 4:36-37), pengajarannya (Kis. 13:1), pelayanannya (Kis. 12:25). Hari-hari ini istilah mentoring sangat melekat dalam kehidupan pelayanan gereja. Kita memiliki Barnabas, seorang pekabar Injil dan juga mentor yang telah memberi teladan bagaimana membangun kehidupan orang lain dan mempersiapkan pemimpin-pemimpin baru bagi kelanjutan pelayanan. Gereja membutuhkan pemimpin-pemimpin yang bersemangat, siap menjadi mentor dan sebaliknya, bagi kemajuan pekabaran Injil Kerajaan Allah.

Oleh Pdt. Titin Megawaty, S.E.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *